Keinginan
entah ya, saya sekarang suka bingung kalo ditanya mau jadi apa. kayaknya saya mau jadi semuanya, mau jadi akademisi, pengusaha, pekerja kreatif.. semuanya menarik. tinggal masalah waktu dan cara mencapai semua itu aja sih. apakah saya akan sekolah lagi dulu, atau kerja dulu, atau gimana dulu.. itu semua saya usahakan semaksimal mungkin. semua pintu saya usahakan, tinggal nanti Tuhan mau kasih yang mana, baru saya akan terima sebaik-baiknya..
kalau guru saya bilang, “Kenapa tidak kita kalahkan saja dunia”.. saya yakin Tuhan pasti akan menolong, toh kita memang ditakdirkan untuk menjadi utusan-Nya, untuk menjadi rahmat bagi semesta. Jadi, gak pernah boleh kalah oleh dunia..
buat orang kayak saya yang udah pernah ngerasain roda di bawah untuk berbagai aspek kehidupan mah, kegagalan itu biasa. mau soal cinta, mau soal cita. pasti memang berat di awal, tapi yakinlah kalau kita bisa melaluinya.. siapa sangka saya bisa bertahan hidup sampai sekarang dengan kondisi yang begitu berbeda dari yang dulu.
tapi ya.. sebenernya saya juga pernah ngerasain kebahagiaan yang tiada tara. kebahagiaan itu ada ketika saya merasa dekat dengan Tuhan. ketika itu saya merasa bahwa saya sedang menjadi muslim sejati. terjaga akhlak dan segala ibadahnya..
dan ketika itu, saya merasa cukuplah Tuhan. saya merasa tak ada keinginan lain selain bisa bersama Dia..
namun, ujian memang pasti datang. dan kini, sehabis beribadah, saya justru mengurangi permintaan. sering sekali saya hanya berdoa seperti ini ditambah doa untuk orang tua, lalu sudah..
ya, mungkin ini adalah keinginan terbesar saya yang hingga sekarang belum saya capai.
Ya Tuhan, hamba memohon taubat, inabat, dan istiqomah
di atas syariat yang putih bersih dan tarikat yang putih cemerlang
dengan rahmat-Mu yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Saya bukan orang yang suci. Saya bukan orang yang terjaga dari segala dosa. Setiap harinya saya berbuat dosa, dan di situlah menyedihkannya. Entah kenapa dosa itu saya lakukan berulang-ulang setiap harinya, menyesal di setiap harinya..
Dan terkadang pada saat berbuat dosa, rasa bersalah itu tidak ada. Kondisi ini pasti sedang lupa. Lupa kalau punya Tuhan. Lupa memandang bahwa semuanya adalah wajah-Nya..
Ya. Kalau ada keinginan terbesar. Saya hanya ingin jadi orang baik, ingin jadi insan yang kamil mukammil.. yang bisa membuat
Orang tua saya, dan orang tua-orang tua mereka sekalian bersyukur telah melahirkan hamba Tuhan yang saleh dari keturunan-Nya
Argh, terkadang saya berpikir, alangkah beruntungnya orang-orang yang sedari lahir dijaga oleh Tuhan.. tapi kemudian saya berpikir, tentunya ujian yang mereka hadapi jauh lebih berat.. saya sekarang mungkin hanya berpikir tentang bagaimana menyelamatkan diri sendiri, menangisi dosa-dosa sendiri. tapi mereka, para kekasih Allah, mereka selalu berpikir bagaimana menyelamatkan ummat, dan mereka mungkin menangis karena dosa ummat yang mereka tanggung..
dan bahkan mereka yang dijamin masuk surga, mereka tetap merasa sebagai hamba yang hina dina, memohon ampun setiap hari..
lalu, kurang bodoh apa lagi jika saya tidak menyadari bahwa saya adalah hamba yang hina dina?