The Latest

I once thought that doing PhD is magical, it could be my passion.. it could be my purpose. It’s the mission. So when I decided to quit from an apprenticeship program in a multinational corporation, I was dreaming to change the world. 

I remember, in my 1st semester, I didn’t find doing PhD interesting and could give way to change the world. I didn’t like it, so I was trying to find the ‘right job’.. sometimes I feel like I want to become a writer, a painter, or an indie musician residing in some remote area in one of the islands in Indonesia to collect natural inspiration. Sounds like fairy tale huh?

However, this quest of pursuing passion is very dangerous. It gives us the tendency to compare, and makes us less happy. And sometimes it makes us losing focus for what stands in front of us. For me, it successfully made me ‘Not Delivering’.. 

But after these two years, a lot of ups and downs, I eventually realize that ‘working right trumps finding the right job’ is true. So now I have a simple prayer and mission: trying to work right, trying to love what I do. I no longer dream to change the world, I work my backside off to change myself instead.

*kata-katanya sih keren, tapi tetep aja males ke lab dan cuman remote desktop :)) #miniblog #phd #passion #purpose #remotedesktop #deepcontemplation #edisimalesngeblogdiplatformblogging
Jun 28, 2014 / 3 notes

I once thought that doing PhD is magical, it could be my passion.. it could be my purpose. It’s the mission. So when I decided to quit from an apprenticeship program in a multinational corporation, I was dreaming to change the world. 

I remember, in my 1st semester, I didn’t find doing PhD interesting and could give way to change the world. I didn’t like it, so I was trying to find the ‘right job’.. sometimes I feel like I want to become a writer, a painter, or an indie musician residing in some remote area in one of the islands in Indonesia to collect natural inspiration. Sounds like fairy tale huh?

However, this quest of pursuing passion is very dangerous. It gives us the tendency to compare, and makes us less happy. And sometimes it makes us losing focus for what stands in front of us. For me, it successfully made me ‘Not Delivering’.. 

But after these two years, a lot of ups and downs, I eventually realize that ‘working right trumps finding the right job’ is true. So now I have a simple prayer and mission: trying to work right, trying to love what I do. I no longer dream to change the world, I work my backside off to change myself instead.

*kata-katanya sih keren, tapi tetep aja males ke lab dan cuman remote desktop :)) #miniblog #phd #passion #purpose #remotedesktop #deepcontemplation #edisimalesngeblogdiplatformblogging

It’s been 3 years. I think I’m still on the right track. Although it’s not as easy as I thought back then.. I was so lucky to meet those great people, to know the making of higher education policy in Indonesia. As the time goes by, I know more about the truth; how far we are being left behind.. and how far I am from my ideal.. and then, when these stuffs cross my mind, I pray to God, I say to Him “I know I’m weak without You, I know I can’t do anything without Your strength. So, God,  please give me the strength to deliver this mission.. I want to be the change that I want to see.” #contemplation #indonesia #highereducation #academia
Jun 27, 2014

It’s been 3 years. I think I’m still on the right track. Although it’s not as easy as I thought back then.. I was so lucky to meet those great people, to know the making of higher education policy in Indonesia. As the time goes by, I know more about the truth; how far we are being left behind.. and how far I am from my ideal.. and then, when these stuffs cross my mind, I pray to God, I say to Him “I know I’m weak without You, I know I can’t do anything without Your strength. So, God, please give me the strength to deliver this mission.. I want to be the change that I want to see.” #contemplation #indonesia #highereducation #academia

Hari ini berbagi makanan dengan seekor burung, awalnya gak rela, tapi yaudahlah, ga mungkin nyuruh burungnya ngelepeh makanan juga kan :)).. maklum kampus di tengah hutan, di kantin aja ada banyak burung cem gini.. bahkan suatu hari juga pernah ada monyet pincang di bus stop. at NTU Canteen 11 – View on Path.
Jun 25, 2014

Hari ini berbagi makanan dengan seekor burung, awalnya gak rela, tapi yaudahlah, ga mungkin nyuruh burungnya ngelepeh makanan juga kan :)).. maklum kampus di tengah hutan, di kantin aja ada banyak burung cem gini.. bahkan suatu hari juga pernah ada monyet pincang di bus stop. at NTU Canteen 11 – View on Path.

Jun 23, 2014 / 15 notes

Berdoalah, Sebab Tuhan Menyuruh

Hei Nak, sama seperti air mata, aku tersadar bahwa ada banyak motif yang menyebabkan seseorang berdoa. Pada tingkatan terendah, seseorang berdoa tentu saja untuk dirinya sendiri, untuk egonya. Dan jika rukun dan syaratnya terpenuhi, Tuhan pun akan menggabulkan.

Pada tingkatan yang lain, kita berdoa demi orang lain. Ya di tingkatan ini Nak, kita tahu bahwa kita hidup tidak semata-mata untuk memenuhi ego pribadi. Ada orang-orang di sekeliling kita yang keselamatannya menjadi penting bagi kita. Ya, mungkin kita senantiasa mendoakan orang tua sehabis sholat. Tapi berapa persen dari doa tersebut yang benar-benar kita panjatkan dengan niat, dengan kebulatan hati, dengan segala energi keyakinan bahwa doa tersebut dikabulkan?

Pada suatu titik kita merasa sungkan untuk berdoa demi ego pribadi. Aku sendiri sering berada pada suatu masa dimana aku tak enak hati jika berdoa untuk kepentinganku sendiri. Aku hanya berdoa untuk kepentingan orang-orang yang kusayangi, serta untuk orang-orang yang pernah berbuat baik dan menyayangiku. Sebab aku menyadari bahwa mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan, dan melalui peran mereka, aku ada di sini sekarang.

Ekstremnya begini, rasanya amal yang aku punya terlalu sedikit sementara dosaku melimpah. Lebih baik menukarnya dengan terkabulnya doa untuk orang-orang yang aku sayangi. Iya, segala dosa yang kita perbuat terkadang membuat kita malu untuk memohon hal-hal yang sifatnya untuk kepentingan pribadi. Dan untuk hal-hal yang sifatnya kepentingan pribadiku, aku pasrahkan ia kepada Tuhan.

Namun Nak, pada suatu titik akhirnya kita tersadar bahwa kita pun mengemban misi sebagai perpanjangan Tuhan di muka bumi. Dan dengan itu, kepentingan pribadi kita pun juga menjadi kepentingan orang-orang yang kita sayangi. Misalnya, jika urusan dan rejekimu lancar Nak, tentu kau akan bisa menyenangkan dan berbagi bersama keluarga dan teman-temanmu. Saat kau berdoa seperti ini maka doamu sudah bukan doa yang egois, dia altruis.

Lagi pula, berdoa adalah sebuah perintah dari Tuhan. Itu adalah sebuah bentuk kerendahan diri kita di hadapan Tuhan. Maka di suatu waktu, engkau akan berdoa bukan karena apa-apa, tapi untuk sekedar menaati perintah Tuhan. Dari situ kau tak lagi berpikir hitung-hitungan pantas tidaknya kau berdoa sebab kau tahu bahwa rahmat Tuhan tak terhingga luasnya. Dan doa ini pun bagian dari sebuah peribadatan, sebuah pencarian ridho-Nya.

Maka Nak, teruslah berdoa, sebab Tuhanmu menyuruhmu demikian. Berdoalah agar kau selalu diberikan kekuatan menuju pertaubatan, inabat, dan ke-istiqomah-an pada jalan besar yang lurus, jalan kecil yang putih cemerlang, dengan mengharap rahmat dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Saya ingin kelak bisa berkata pada anak saya. Dulu waktu Ayah sedang berkutat dengan masalah pribadi, Ayah diberi kesempatan besar untuk memberi sumbangsih kecil yang nyata untuk pendidikan negeri. Dan Ayah berani mengambilnya.
Jun 22, 2014 / 1 note
Jun 21, 2014 / 1 note
Jun 13, 2014 / 1 note

Damai

Hatiku lapang, jiwaku tenang

Nestapa tak buatku gentar

Lena tak kuijinkan mengekor bahagia

#

Duka dan suka nampak setara

Mereka hanyalah kotak ruang pada papan permainan

Aku menari dari satu ke yang lain hanya soal giliran

#

Dari mata ketigaku

Yang tampak hanyalah haru

Sebagaimana diterangkan oleh waktu

I am happy for you. I am also happy for me. I was the one who called you, right? I was the one who interviewed you, right? But you know, I can see the trend you went from here (pointing to a virtual point) to here (pointing to a much higher level), but then you were like this (pointing to a slightly lower level).. I was (shocked face and gesture).. but then you’re here (pointing up high). You are very smart. I was right. You have intelligent face.

Now, I see you started to get on research. You have to work extremely hard these two months!

Words from my supervisor yesterday. Finally! I
Jun 12, 2014 / 1 note
Jun 12, 2014 / 1 note

Penglihatan

#

Aku rasa tak ada waktu yang salah

Manusia selalu diselamatkan

Oleh udara, air, angin, api, tanah, dan cahaya

Segala unsur yang telah membentuknya dari jasad hingga jiwa

Mereka yang telah digariskan untuk menjadi protista, plantae, dan animalia

Angkasa luar, bumi tempat kita berpijak; semesta dan isinya

#

Suatu saat penglihatan akan hidup

Tak peduli mata terbuka ataupun tertutup

Jasad memang akan kembali menjadi tanah

Ke tempat dimana ia bermula

Sedangkan jiwa akan tetap mengembara

Mencari kemana rumah sejatinya

#

Lalu manusia-manusia pun akan mengerti

Mengapa atas nama waktu Tuhan bersumpah dan berjanji

Sudin – View on Path.
Jun 10, 2014

Sudin – View on Path.

Literatur peranakan at Peranakan Museum – View on Path.
Jun 7, 2014

Literatur peranakan at Peranakan Museum – View on Path.

Dalam pendakian yang ujungnya tidak terkira, yang bisa kita lakukan adalah terus mendaki, susuri jalan dengan kemiringan paling tinggi, berat menanjak. Selama kita bisa merasa bahwa kita terus berubah menjadi orang yang lebih baik, jalan kita sudah benar. Dan di jalan yang benar, kebesertaan bersama para penolong pun semakin terasa. Mereka lah yang memangku kita, menimang kita, menahan kita saat kita terjatuh, mengulurkan tangan saat kita terpuruk.
Jun 6, 2014
Raga kita mungkin terasa lelah, mata mengantuk, kaki sakit, tangan pegal, namun bisa jadi sebenarnya segala peluh itu hanyalah sebuah harga murah yang bisa dibayarkan untuk kedamaian jiwa, ketenangan hati, dan kebahagiaan rohani. Sebab saat itu semua terjadi, tangisan yang umum diartikan sebagai kesedihan telah berubah menjadi simbol haru dan gembira.
Jun 6, 2014
May 25, 2014 / 1 note

Sampaikan Pada Pertemuan

Terima kasih telah menyilangkan jalanmu dengan orang-orang yang berharga

Mereka mungkin akan menjadi karibmu, kasihmu untuk suatu masa

Di belakangnya akan hadir perpisahan meski entah kapan

Maka katakan pada mereka bahwa kau bersyukur bisa berkenalan

Meskipun kelak mungkin kau tak akan mengenal mereka seperti sedia kala

Sebab dalam perjalanan yang mengatasnamakan cinta

Orang datang dan pergi, dan hanya menyisakan memori

Sekalipun mungkin tak pernah kau jumpai

May 21, 2014 / 1 note

Seira di tengah gurun

Saat segala rasa teraduk dan membuatnya terpojok pada sudut, Seira ingin menutup segala kamar di hatinya rapat-rapat. Ingin ia menggemboknya dan menguncinya dengan air mata, kemudian membiarkan tetesannya jatuh ke sungai.

Biarkan saja! Biar mereka bermuara hingga ke samudera. Dan jika kelak Seira berjalan pada padang pasir gersang penuh fatamorgana penuh kebimbangan dalam kesendirian, Tuhan akan turunkan hujan darinya untuk menemaninya dan mengusir kekeringan. Dan tetesan itu pun kembali membasahi dada Seira.

Saat waktu tersebut tiba, Seira akan memahami bahwa apa yang menjadi miliknya, yang dicintainya, yang diimpikannya, telah dituliskan sebagai miliknya dan akan ia dapatkan. Tak peduli kemana ia harus pergi mengalir meski telah melewati berbagai sungai dan samudera. Yang menjadi mimpinya akan kembali, jika Tuhan telah menuliskannya.