January 2010
13 posts
1 tag
outside in..inside out
sebenarnya yang perlu dilakukan adalah menata diri agar kita pantas menerima apa yang kita inginkan, bukan mencari apa yang kita inginkan.
namun manusia memang lebih mudah melakukan yang kedua. dan yang lebih menjual adalah kata-kata yang berbau yang kedua
dan perlu diingat lagi bahwa semuanya ternyata bukan milik kita, sekalipun kita menerimanya, mendapatkannya, atau merasa memilikinya.
jadi...
Rencana
Tuhan saja sudah punya rencana buat saya. Masa iya saya hanya berdiam diri?
cinta, deritanya tiada akhir
yup begitulah jadinya cinta makhluk kepada makhluk yang didasari ego semata. deritanya tiada akhir. bagaikan lingkaran setan berserabut. ada orang yang tidak menghiraukan orang yang mencintainya, dan justru mati-matian mengejar orang yang dicintainya meskipun orang tersebut tidak mencintainya. ada orang yang menunggu hingga gila, menunggu jawaban dari seseorang yang tidak tahu kapan bisa...
terenung
kalau memang saya tidak memiliki semua ini mengapa saya harus bingung?
mengapa sepertinya saya kehilangan kemampuan yang seharusnya dimiliki setiap manusia, yakni bakat untuk merasakan kebahagiaan?
mengapa hal-hal sampah tidak nyata ini mengganggu kebahagiaan hingga ia tersudut di pojok hati yang terdalam?
mengapa iri dengki sesal amarah dan kebencian senantiasa berada di pagar depan?
menarik...
petualangan hari ini (1)
hari ini dimulai dengan kebingungan membaca lembar pengesahan proposal korindo yang terdapat kesalahan pengetikan di dalamnya. kontes roket indonesia. bukankah seharusnya kompetisi roket indonesia?
sudah pukul tujuh lewat, saya pun bergegas menuju DU untuk menjilid proposal tersebut, mengingat saya, silur, dan imul berencana berangkat pukul delapan. sembari menunggu, saya menyeberang jalan menuju...
sekali berbohong kadang kita harus berbohong kembali agar tidak melukai perasaan orang lain.
sekali bersandiwara akhirnya kita harus bermain peran sampai semuanya tidak tahu bahwa ini hanya sandiwara. lagi-lagi agar tidak melukai perasaan.
sekali dalam hidup manusia harus bersandiwara, dan harus pula mengakhiri sandiwaranya. dan ketika saat itu tiba, segala konsekuensi harus dihadapi.
HAMPA - Chairil Anwar
kepada sri Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut, Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Menanti. Menanti. Sepi. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Belum apa-apa Udara bertuba. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Dan menanti.
saya pernah dapat recehan dari puisi ini
hati yang pernah hancur telah dibekukan dan telah menjadi dingin dan tak akan...
– Syarif Rousyan Fikri
dulu sih masuk ITB 15 tahun pengen lulus 5 tahun S2.. apa daya ip tak sampai lagi
Klik aja buat yang lagi stress karena UAS atau... →
edan gan
wirawanagahari:
(via sandypirouzi)
kocak parah gan
setelah dipikir-pikir
apa bedanya malam taun baru sama yang bukan
kalo dihabiskannya dengan main bola sodok dan main gunbound?
hahaaha
Mengapa?
Mengapa sampai detik ini perjuangan saya masih kurang keras?
Mengapa sampai detik ini saya masih terjebak dalam penyesalan?
Mengapa sampai detik ini saya masih suka mengeluh?
Mengapa sampai saat ini saya masih belum menghargai waktu?
Mengapa sampai saat ini saya masih mencari kebahagiaan dari luar diri?
Mengapa sampai saat ini masih ada kata “tidak bisa” dan “tidak mungkin” di kamus saya?
...