1.  

  2. "dia baik iya, perhatian iya, ngedukung gue iya, but sometimes all i need is new thing.
    nah gue tuh tipe org yg bawel kalo udh nemu sesuatu yg menarik dan gue butuh org yg knowledgenya luas buat mengerti itu
    kalo cuma “wah kereeen” thats it. i don’t need that srsly
    masalahnya adalah dia blg dia menyukai teknologi
    ketika gue ngeshare sesuatu yg baru, dia cenderung cuma “oh” daripada nyari tau lebih detail ttg hal itu. yeah well gue tau sih gue gabisa maksa org lain utk suka apa yg gue suka, tp tingkat curiosity dia tuh, astagaaaa
    dia suka tp dia ga eksplor ituu
    gue suka gregetan
    sampe gue bener2 encourage dia sama hal baru lah motivasi lah, sampe gue lupa ngurus diri gue sendiri dan akhirnya terbengkalai"
    — curhatan temen, bisa buat bahan cerpen atau tulisan yg kurang lebih messagenya "why some women need a man with vision and knowledge and the courage not to praise his woman"
     

  3. "Tak bisakah kau terima saja cinta itu sebagai sesuatu yang sempat kau nikmati, yang bisa disyukuri tanpa harus dihakimi, yang mengantarkan butiran kebijaksanaanmu dari sungai kecil menuju sungai besar hingga akhirnya bermuara menuju samudera Cinta tanpa batas dan tanpa pengharapan."
    — Komentar saya di prosa seorang teman di fb
     

  4. Imaginary Break Up

    1. A: Kok lo nyuruh gw sama dia sih?
    2. B: Siapa tau lo putus biar bisa sama dia
    3. A: Loh, bukannya lo yang masih main layangan merpati (tertawa)
    4. B: Mungkin pada akhirnya gw capek main layangan merpati, gw taruh layangannya terus tiba-tiba ada penjual nawarin layangan model lain.
    5. A: Ya kalau itu yang terjadi gw ikut ngedoain yang terbaik deh, gw yakin masih banyak yang lebih oke dari sekedar layangan merpati
    6. B: tapi layangan merpati tetep bagus kok buat gw
    7. A: (tersenyum)
    8. B: (tersenyum)
    9. A: tau ga sih justru selama ini dia yang kekeuh biar gw ngasih lo kesempatan
    10. B: Hmm, let me admit something. I think I had that feeling for you.. until the moment you said you have not yet moved on, I felt something. Not a good one. And then I had been thinking for a while before I decided that I'd be your friend, no more than just friend. When you asked me, why I still care about you, I was wondering maybe this is the case. I just want to be your friend so you can tell me how you feel with no single guilty feeling from your inability to return my feeling
    11. A: Oh God, If only I were not me.. there'd be many girls fall head over heels for you. You know, I myself once had that guilty feeling, but you said to me we have to forgive our selves right? So I want to say I'm sorry
    12. B: No problem, I too don't want you to feel guilty, that's why I try to work it out with another person and somehow.. in a blink of an eye.. it works.
    13. A: Wow, I'll pray for both of you.. my friend once said, God always gives the best, but sometimes it's unlike what we want. It came from a person who learn from the hard way, not a thinker like you
    14. B: So you don't think I learn it the hard way, do you? You're one of those hard ways anyway
    15. A: (silent) ,,, I'm sorry
    16. B: But you know, I'm so grateful to meet you though. I learned so many things, especially about sincerity. I remember every single thing you say which had opened my eyes to see the fact that I was selfish, I was not sincere. That's one of the most valuable lesson I learned, so I would try my best to be sincere when I love other person. But you know, it's still long way to go
    17. A: I don't even remember that. Ermm.. I feel quite sad right know, I don't know why.
    18. B: Me too
    19. A: Why, you're not supposed to be sad, I'm the one who will lose a fan
    20. B: You might be losing fan, but you're friend will stay. Anytime you want to have a random chitchat with him, he'd be glad to listen and talk
    21. A: Enough, I started to get really sad.. it feels like having a break-up. Imaginary break up
     

  5. "Salah satu penyakit manusia modern adalah keinginannya untuk selalu dicintai. Sepanjang waktu, kita hanya belajar cara-cara dan kiat-kiat dicintai. Banyak buku dijual tentang self improvement. Dalam buku-buku itu diajarkan bagaimana supaya Anda dicintai oleh suami atau istri Anda. Namun sebanyak apa pun kiat dan teknik yang kita baca, suatu saat pasti ada orang yang tidk mencintai kita. Ketika kita berkhidmat kepada orang lain, kita mulai belajar untuk mencintai orang lain. Perhatian kita beralih dari ingin dicintai menjadi ingin mencintai. Tugas kita adalah mencintai orang lain."
    — Jalaluddin Rakhmat, The Road to Allah (via katabuku)
     

  6. 7. The only difference between your actions being romantic and creepy is how attractive the other person finds you. That’s it, that’s all.

     

  7. "People usually consider walking on water or in thin air a miracle. But I think the real miracle is not to walk either on water or in thin air, but to walk on earth. Every day we are engaged in a miracle which we don’t even recognize: a blue sky, white clouds, green
    leaves, the black, curious eyes of a child—our own two eyes. All is a miracle"
    — Thich Nhat Hanh quoted by Chade-Meng Tan on Search Inside Yourself (via katabuku)
     

  8. "

    We have the tendency to feel bad about feeling bad. I call it “meta-distress,” distress about experiencing distress. This is especially true for sensitive and good-hearted people. We berate ourselves by saying things like, “Hey, if I am such a good person, why am I feeling this much envy?” This is even truer for good people with contemplative practices like meditation. We scold ourselves by saying, “Maybe if I was actually a good meditator, I wouldn’t feel this way. Therefore, I must be a hypocrite and a useless piece of [insert context-appropriate noun].”

    It is important to recognize that distress is a naturally arising phenomenon—we all experience it from time to time. Even Thich Nhat Hanh, the very symbol of enlightened peace in the world, once got so angry at someone he almost wanted to stand up and slug him.

    Also recognize that feeling bad about feeling bad is an act of ego. It’s a reflection of our ego’s image about itself, and the net result is the creation of new distress for no good reason at all. The antidote is to let the ego go, with good humor whenever possible.

    And remember, meta-distress is really bad economics.

    "
    — Chade-Meng Tan, Search Inside Yourself on Do Not Feeling Bad About Feeling Bad (via katabuku)
     

  9. Loncatan Spiritual

    rousyan:

    "orang itu kalo dikasih macem-macem, biasanya yang diambil banyak juga"

    kata-kata ini saya dengar dari dua wanita baru-baru ini.. yang satu ibu saya. yang satu si teman.. si teman ini entah kenapa dari dulu sering banget ngomongin hal yang sama kayak ibu saya..

    mungkin benar kata teman saya yang lain (yang galak judes,tp kadang2 omongannya bener) kalo si teman ini emang terlalu keibuan..

     

  10. Reblog diri sendiri lagi, dan siapakah engkau A? Aku lupa

    1. A : Kok lo lg sering nulis ttg tobat sih
    2. Gw : karena gw pengen tobat tp ga tobat-tobat
     

  11. "Karena agama adalah ilmu pengetahuan dalam dimensi tertinggi. Ia tidak sekedar memberikan cara untuk memahami dunia. Ia mengajarkan manusia untuk menaklukkan dunia, dengan hatinya!
    Kita tak akan pernah bisa lari dari agama, sama seperti kita tidak bisa lari dari sains untuk dapat menyelesaikan masalah kehidupan.
    Tak peduli. Sekeras apapun kau berusaha untuk jadi agnostik, pada akhirnya kau akan kembali lagi mencari seni untuk menaklukkan dunia, menaklukkan dirimu yang begitu liar, menaklukkan angan-angan yang tak pernah habis. Dan itulah agama."
    — 

    (via rousyan)

    *lagi-lagi ngereblog diri sendiri biar inget lagi*

     

  12. "Mimpi mereka belum mati. Begitu pula aku. Aku tidak boleh menyerah. Dia bilang salut, aku berani keluar dari zona nyamanku. Aku terbakar. Aku belum habis. Aku masih mau beradu dengan dunia!"
    — 

    (via rousyan)

    *aneh sih ngereblog diri sendiri hahaha*

     
  13. – View on Path.

     

  14. Tadinya

    mau bikin prosa panjang tentang cinta di wordpress, sekaligus berencana menandai reses blogging sebulan ke depan..

    mau cerita tentang gimana saya ke orang yang selama ini saya anggap robin* saya. mengapa pake asterisk? karena dulu awalnya saya pikir robin saya adalah si X, tapi si X selalu bilang kalo robin saya adalah si robin* ini. dan ternyata seiring dengan berjalannya waktu dan seiring dengan kita mulai bisa berpikir jernih dan melepaskan diri dari faktor situasi dan kondisi fisik dan spiritual, saya bisa bilang robin* inilah robin saya. dan kenapa pake bintang, karena penganggapan bahwa robin* ini adalah robin terjadi sebelum saya tahu endingnya HIMYM.

    Read More

     

  15. Kancil Makan Timun Spontanitas Gaya Baru

    1. habis ngomongin apps dongeng untuk anak kecil
    2. Teman : Ya ampun, apps gw itu kmana ya. Bahkan gw lupa lah judulnya apa. Lumayan malem2 gini ada yg ngedongengin kan
    3. Saya: Yaelah lo mau didongengin apa emg, kancil makan timun? Gw dongengin sini
    4. Teman: Basi ah, kancilnya nyuri soalnya jadi ilfil deh
    5. Saya: Weits jangan salah Kancil yang ini gak nyolong
    6. Teman: Trus drmana dia dapet timun?
    7. Saya: Suatu hari dia ketemu orang yang ban motornya kempes di jalan. Lalu dia membantu orang itu. Sebagai imbalan karena kebaikannya, dia dikasih timun. Udah tamat.
    8. Teman: (hanya ngasih emoticon terharu di whatsapp, mungkin kasian sama lawakan garing saya)