Tentang Konflik Antar Teman
walaupun nampaknya serem, walaupun keliatannya gak enak.. tapi menurut gue, temen yang bener-bener temen justru harus berkonflik. mau nggak mau kalo kita peduli sama temen kita, kita pasti ungkapkan opini kita, mau seberat apapun dan sekejam apapun..
dan selanjutnya, itu kembali kepada diri kita masing-masing, bisakah kita menerima perbedaan? setiap orang itu unik, punya karakter masing-masing.. wajar apabila kita nggak pernah bener-bener sepakat 100%
dan tentang kata-kata yang terlalu kejam.. mungkin nggak baik juga sebenernya. semua orang berhak mendapatkan apresiasi yang layak sebenarnya..
makin ke sini seharusnya kita bisa makin dewasa menyikapi perbedaan dan kritik. dunia tanpa perbedaan dan dunia tanpa kritik adalah dunia yang penuh kepalsuan..
sebab, perbedaan akan selalu ada..
dan tentu saja jika kita berteman, kita harus bisa mengapresiasi perbedaan itu..
ya, dibalik kejamnya sebuah konflik, di situ ada rasa peduli antara satu teman dengan lainnya.. tapi mungkin pada belum ngeh aja..
kalo dia bukan temen, justru dia akan diem aja.. persis kayak pacaran. selama masih ada berantem, selama masih ada konflik, artinya masih tersisa sedikit yang namanya kepedulian..
just my point of view as “Oh you weren’t there”-man
Things Ikhsan Likes: Old friend...
Last year all I had to do was show up, talk, and sign. Money. But I didn’t. I had an idea. An idea I shared with a few people. We were six. They seem to like the idea. I knew one loved it. So I walked away and decided to pursue the idea. Crazy. So time went on, the idea grew, the idea spread, the…
Gue nggak ngerti mau komen apa.. ini salah satu tulisan terbaik yang pernah gue baca di dashboard tumblr.. bener-bener dari hati..
Semoga kita semua tetep dapet pelajaran dari semua ini… dan bisa kembali tertawa bersama, dan mungkin
cerita seperti inilah..
yang akan menjadi klasik di masa depan :)
Source: moikhsan
roman
romantisme itu..
semu..
mungkin cuman butuh satu pandangan untuk tertarik dengan seseorang, mungkin cuman butuh seminggu untuk akhirnya bisa menyatakan perasaan, dan mungkin butuh beberapa bulan sebelum akhirnya kita tersadar bahwa bukan ini yang kita inginkan..
lalu, semua pun kembali menjadi seperti semula. tak ada lagi kata-kata indah. tak ada lagi panggilan sayang. bahkan sulit untuk bisa menyebutnya teman. atau kenalan? mungkin lebih populer dengan akhiran an yang lain. mantan. entah mantan gebetan. entah mantan pacar. entah mantan lainnya.
dan seperti itulah terkadang. kita harus melakukan kesalahan, sebelum tahu apa yang benar. kini, kita harus belajar dewasa. belajar menerima semua sebagai pelajaran masa lalu, untuk berpijak lebih bijak di masa mendatang..
set ekspektasi di awal. temukan orang yang benar-benar bisa kita percaya untuk membuat kita jadi lebih baik.. bukan mencari yang terbaik. bukan mencari yang tercantik. tapi mencari dia yang bisa menopang di saat kita rapuh, mengingatkan di saat kita salah, mengakui apabila berbuat salah, dan bisa berdiskusi dengan jernih di tengah permasalahan..
mencari dia yang mau bergandengan bersama.. bukan untuk saling berpandangan, tapi untuk berjalan bersama menuju jalan penuh cahaya..
*seiring dengan insiden penemuan jejak masa lalu di message facebook yang membuat saya melayang ke masa lalu.. ditambah dengan pertanyaan yang mulai sering dilontarkan seiring dengan waktu dan keputusan-keputusan yang saya buat dalam hidup..
Life is about turning information into insight
These too, shall pass
Tentang Takdir
gue sedikit inget salah satu buku tasawuf modern.. di situ dijelaskan - kalo gak salah - bahwa Tuhan menciptakan materi, energi, ruang, dan waktu.. tapi ternyata itu semua nggak guna kalau gak ada yang namanya informasi alias catatan tentang skenario apapun yang akan terjadi. takdir.
nah, gue pikir, ada satu hal yang menjadi tugas utama manusia.. manusia harus bisa turn information into insight..
jadi kalo dipikir2 semua kejadian yang ada di dunia ini adalah takdir. informasi yang telah diciptakan..
nah, masalahnya bisa kah kita mengambil insight dari itu..
hidup itu ternyata bukan tergantung apa yang kita kerjakan, apa yang kita capai, seberapa baik manusia menilai kita.. tetapi lebih ke bagaimana kita memaknai hidup..
hidup adalah ketika kita bisa memperoleh makna
mati adalah ketika semuanya sama saja
Apakah dengan itu membuat dia menjadi lebih buruk?
Gue mau tulis pembicaraan gue sama geri di sini.. satu lesson yang mungkin gampang banget dinalar, tapi sulit untuk dipahami dengan hati..
Ketika ada orang yang menemukan passionnya dari awal, apakah dia lebih baik daripada orang yang menemukan passionnya di usia 68 tahun?
Ketika ada seorang tukang becak, apakah berarti dia lebih buruk dari presiden?
Ketika kita melihat seorang mantan GM sebuah MNC keluar dan masuk perlahan ke pemerintahan, sedangkan ada mantan GM lain yang memilih untuk menjadi dosen dan menjadi coach untuk anak muda, apakah ada yang lebih baik dari yang lain?
Ketika kita lihat pelukis, apakah dia lebih buruk dari seorang penyanyi?
Ketika kita liat ada orang yang udah nulis buku di usia muda, apakah berarti orang yang menulis buku di usia tua lebih buruk?
Guys, terkadang apa yang disetting di society kita udah bikin kita lupa.. bahwa sebenernya kita gak seharusnya melakukan penilaian dengan membanding-bandingkan..
Pada dasarnya setiap orang itu unik, dan gak akan pernah ada parameter yang bisa menilainya kecuali hatinya.. kecuali kesungguh-sungguhannya dalam menjalani anugerah kehidupan.
Nilai-nilai, serta baik buruk yang muncul dari manusia, itu hanya ada akibat ketidaksempurnaan manusia..
Keunikan manusia ternyata melebihi batas akal pikiran manusia, terlalu luar biasa..
Maka, terlalu bego kalo kita mencoba membanding-bandingkan.. lalu berujung pada down, atau pikiran negatif lainnya..
Dan semakin memahami ini semua, akan semakin sulit bagi kita untuk tidak respek kepada seseorang yang telah bersungguh-sungguh menjalankan kehidupannya
Alhamdulillah
Sekali lagi bersyukur atas segala experience yang udah dikasih sama Tuhan dalam hidup ini..
Banyak cerita yang gak mainstream, yang gak populer.. tapi membawa kebahagiaan pada akhirnya..
Gue yakin, hal-hal yang dulu gue kutuk habis-habisan, kenapa ini, kenapa itu..
dan termasuk yang sampe sekarang masih gue kutuk..
kelak akan menjadi tawa.
Iya.. semua akan jadi tawa.. karena ternyata semua itu tergantung sudut pandang kita.
ya, semua tragedi ini akan jadi tawa suatu saat nanti.
dan insya Allah, kelak gue akan tulis buku ini, didedikasikan untuk seluruh anak manusia yang bernasib sama dengan gue..
gue yakin banyak lah yang kisahnya mirip-mirip.. dan mereka butuh role model.. bagaimana mereka harus menghadapi berbagai konflik di usia muda..
kakak dan adik
gue percaya kalo kakak dan adik gak harus mengambil jalan yang sama. dan sejujurnya gue juga bingung kalo nyokap gue nyuruh gue untuk memotivasi adek gue biar mau punya cita-cita, punya tujuan hidup, gue juga bingung ketika gue disuruh ngingetin biar dia ngurangin rokok..
kadang gue ngerasa setiap orang punya jalan pencerahannya masing-masing.. toh gue juga pernah ngerokok dan akhirnya sekarang ini udah sekitar 2 bulan bener-bener gak ngerokok sebatang pun..
toh tadinya gue juga sempet down banget pas semester dua.. ngerasa semua ini sampah..
dan ya ya gue sebagai kakak juga pengen kalo adek gue lebih baik daripada gue.. gue pengen juga dia masuk itb, gue pengen juga adek gue gak ngerokok.. gue pengen adek gue gak ngulangin apa yang gue salah lakukan.. tapi di sisi lain, gue juga gak mau memaksa dia jadi sosok ideal yang ada di kepala gue
setiap orang itu hebat dan punya storynya masing-masing..
dan kadang mungkin harus ada story yang buruk dulu.. have to feel the experience first, before i can understand the lessons..
dan menurut gue, motivasi paling hebat ada dari diri sendiri..perubahan yang sungguh-sungguh cuman bisa dari hati..
tapi emang gak dipungkiri, ada faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
*gue baru nyadar, betapa jarangnya gue berdoa untuk adik-adik gue ~,~
Source: theyuniversity
Perbandingan Foto Salaman Rektor Wisuda April 2012… OH GOD WHY~~
syukur dan pertanyaan
tadi sepanjang di busway mendadak kepikiran.. kenapa ya selama ini gue nggak pernah bersyukur.. di usia semuda ini, dengan prestasi yang gak seberapa.. adalah sebuah anugerah, gue bisa kenal banyak orang-orang hebat.. orang-orang tua yang memegang posisi tinggi di bidangnya masing-masing..
tp kadang gue mikir.. pasti ini bukan kebetulan.. pasti ada suatu tujuan Tuhan untuk itu.. tujuan yang gue bahkan belom tau itu apa..
ya.. kenapa gue gak bersyukur ya
20 Tahun
Alhamdulillah. Akhirnya kepala dua juga..
Pergantian umur ini berlangsung di perjalanan jakarta-bandung..
sembari banyak mengobrol dengan mentor, tentang passion, idealisme, realisme, keluarga, dan kerasnya bisnis..
Anyway, saya mau berterima kasih kepada Tuhan dan utusan-utusan-Nya yang telah memberikan saya banyak hal..
terutama kado bulan ini berupa offer admission dari NTU (masih nunggu surat sih).. Alhamdulillah
dan terutama kado hikmah dan pembelajaran..
Alhamdulillah.






